Detail Cantuman Kembali

XML

KAJIAN PENGGUNAAN SOLUPLUS UNTUK MENINGKATKAN DISOLUSI OBAT


Penelitian dan pengembangan dalam bidang industri farmasi merupakan serangkaian proses yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas sediaan farmasi sehingga aman, efektif, akseptabel. Obat-obatan dengan kelarutan air yang buruk masih merupakan tantangan dalam keberhasilan formulasi produk terapeutik. Dilaporkan bahwa lebih dari 70% bahan obat dan zat aktif adalah senyawa yang tidak larut dalam air (BCS II atau BCS IV). Bahan aktif farmasi (API) ini sering memberikan tantangan formulasi karena disolusi yang terbatas dan atau permeabilitas yang rendah. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi dari suatu bahan obat seperti modifikasi fisik meliputi pengecilan ukuran partikel, sistem dispersi padat, sistem kompleks terner, modifikasi kimia seperti pembentukan garam, ester, ko-kristal. Soluplus adalah ko-polimer yang berasal dari turunan polivinil kaprolaktam-polivinil asetat-polietilen glikol amfifilik dengan sifat kelarutan yang baik sehingga dapat membantu kelarutan bahan obat yang sukar larut dalam air. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur yang menggunakan 15 jurnal tentang kajian penggunaan Soluplus untuk meningkatkan disolusi bahan obat. Berdasarkan studi literatur didapatkan bahwa Soluplus memiliki karakter bifungsional dalam membantu mengatasi bahan obat yang mengalami masalah kelarutan rendah dalam air. Sifat solubilisasi yang dimiliki Soluplus membantu menurunkan tegangan antarmuka antara media disolusi dengan bahan obat, menghambat proses kristalisasi bahan obat dan mengubah bentuk kristal ke keadaan amorf.
PANGESTU, ADNAN MAULIDAN - Personal Name
6B.S-Far Pan k 04-23
6B.S-Far Pan k 04-23
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2023
Surabaya
xii, 53p.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...